Posted by: idamanharefa on: Juli 16, 2009
Diduia ini, tidak seorangpun mengharapkan masalah dalam hidupnya atau kesehatannya. Namun bila hal itu terjadi, tentu tanpa direncanakan dan diharapkan. Orang sakit membutuhkan orang lain untuk merawat dan menyembuhkannya melalui pelayanan medis maupun doa orang-orang disekitarnya. Tetapi sering kali orang sakit mengalami hal seperti pepatah sudah jatuh ketimpa tangga pula.
Posted by: idamanharefa on: Juli 16, 2009

Akhir-akhir ini, kita dikejutkan dengan kendaraan beroda dua yang ada di Nias. Sebelumnya kendaraan tersebut jarang dan sama sekali tidak dilengkapi dengan kaca spion, ya mungkin alasan tidak gaul bila menggunakan kaca spion. Namun setelah pihak Kepolisian Resort Nias melakukan razia kaca spion, dengan rasa ketakutan masyarakat pengguna sepeda motor melengkapi kendaraannya dengan kaca spion. Jadi apakah ini boleh dikatakan Disiplin atau Ketakutan? jawaban hanya ada pada anda.
Posted by: idamanharefa on: Juli 16, 2009
Sejak bulan April sampai dengan akhir bulan Juli, MPN telah melaksanakan pelatihan pemahaman budaya kepada guru dan siswa sekolah di Nias dan Nias Selatan.
Posted by: idamanharefa on: Juli 16, 2009
Manusia hidup diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa seperti gambar & rupaNya. Karena itu seharusnya manusia hidup sebagai makhluk yang layaknya seperti Dia. Tapi apakah itu mungkin ? Saudara-saudari yang terkasih. Anda, Dia, mereka dan saya, marilah kita renungkan hal ini sematang-matangnya.
Sebagai kesaksian pribadiku.
Saya adalah seorang anak yang dilahirkan dari latar belakang keluarga yang cukup santun, hidup serba pas-pasan malah kekurangan sampai harus mengintip rumah tetangga siapa tahu ada yang dapat mengulurkan segenggam mas dan sepiring nasi.
Alhasil, Tuhan memang baik dan sangat baik. Ia menganugerahkan kepada hambaNya orang-orang yang memiliki hati yang mulia yang mau mengulurkan tangan demi kehidupan yang lebih layak.
Dalam tulisan ini, saya hendak menyebut nama-nama mereka, tetapi demi kepentingan semua pihak saya mohon maaf karena saya harus menundanya dan tidak sampai menuliskan nama mereka satu persatu. sekali lagi maaf.